Login |  Register




Post new topic Reply to topic  [ 98 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4, 5 ... 10  Next
Author Message
 Post subject: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 22 Aug 2010, 03:01 
User avatar
Joined: 16 Mar 2009, 23:00
Location: underworld
Posts: 1130
VIP

[78]

Bikin kliping berita tentang lensamanual.net yuukkk....
bagi oms dan tante yg mengetahui berita dimedia cetak, online atau elektronik / TV tentang lensamanual.net kita ini silahkan di masukan kesini link dan beritanya. makasiihhh....
:mrgreen:

pembukaan :
Jakarta Globe

Link : http://www.thejakartaglobe.com/lifeandt ... ime/385994

Berita :
Spoiler:
Image


Koran Jakarta,
Link : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=58627
Berita :

Spoiler:
Rona | Komunitas
Menyalurkan Hobi dan Menambah Wawasan

Sabtu, 31 Juli 2010

Gambar yang bagus, menarik, dengan kualitas yang baik bukan saja dihasilkan dari kegiatan memotret dengan teknik memadai, melainkan pula karena dukungan perangkat yang digunakan.

Tidak jarang perangkat untuk memotret sangat menentukan hasil foto. Salah satu perangkat yang digunakan untuk memotret ialah lensa manual. Memang, penggunaan lensa manual bisa dikatakan sedikit rumit.

Pasalnya, fotografer harus melakukan beberapa pengaturan, seperti pada diafragma dan fokus. Berbeda halnya jika menggunakan lensa autofokus, pengaturan tersebut dapat dilakukan oleh motor penggerak yang ada di dalam lensa.

Meski rumit, tidak berarti lensa manual ditinggalkan para pencinta fotografi. Bahkan, banyak dari mereka yang setia menggunakan lensa manual dan menganggap perangkat itu unik.

Ervan Suyatno, 42 tahun, misalnya. Laki-laki yang berprofesi sebagai tenaga penjual pada salah satu operator telekomunikasi itu menganggap lensa manual cukup unik dan karena itu pula dirinya jatuh cinta pada perangkat fotografi tersebut.

“Selain itu, lensa manual bisa menjadi perangkat alternatif karena biayanya lebih murah namun hasilnya maksimal,” katanya. Ervan menambahkan untuk mendapatkan lensa manual, dia hanya mengeluarkan uang 100 ribu rupiah.

Bahkan, Ervan mengaku pernah menemukan lensa manual seharga 75 ribu rupiah di Pasar Baru, Jakarta. Untuk memperluas wawasan mengenai lensa manual, Ervan pun bergabung dengan salah satu komunitas pencinta lensa manual.

Pria yang memiliki 20 lensa manual itu merasakan banyak keuntungan yang diperoleh dengan bergabung bersama komunitas lensa manual. Salah satunya, dia dapat mencoba lensa kamera milik sesama anggota komunitas dari jenis yang tidak dia miliki.

Komunitas Lensa Manual memang merupakan wadah bagi pencinta fotografi yang gemar memotret dengan menggunakan lensa manual. Komunitas itu awalnya berasal dari dari komunitas lensa. net.

Menurut Roberta Tang, pendiri lensamanual.com, komunitas lensa.net sifatnya umum. Maksudnya, anggota komunitas tidak hanya berasal dari kalangan yang menggemari lensa manual, tetapi juga semua jenis lensa.

Robert yang sehari-hari akrab disapa Bob itu menjelaskan pada mulanya dia iseng-iseng membuka forum mengenai lensa manual. “Ternyata sambutannya bagus.

Selain itu, karena lensa.net hendak ditutup akibat ada persoalan, maka kami pun lantas membuka website baru, yakni lensamanual. net,” kata dia. Sampai Luar Negeri Ketika awal berdiri, jumlah anggota komunitas hanya sekitar 80 orang.

“Anggota itu pada mulanya merupakan anggota komunitas lensa.net yang menyukai lensa manual,” ujar Alfred ML, administrator yang juga pendiri lensamanual.net. Namun, lama-kelamaan, komunitas yang berdiri pada Maret 2009 itu terus berkembang, dan saat ini jumlah anggotanya telah mencapai 3 ribu orang.

Jumlah anggota tersebut, kata Alfred, merupakan anggota yang login di lensa manual. Dari keseluruhan anggota komunitas, tidak semua aktif mengakses website.

Alfred memperkirakan jumlah anggota yang aktif hanya sekitar seribu dari berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara.

Bob menambahkan, anggota yang terbilang aktif ialah mereka yang berasal dari komunitas Lensa Manual Yogyakarta, Lensa Manual Surabaya, Lensa Manual Bandung, dan Lensa Manual Jakarta.

Masing-masing komunitas Lensa Manual di daerah-daerah tersebut memiliki perkumpulan sendiri-sendiri dan kerap mengadakan acara gathering atau kumpul-kumpul sesama anggota komunitas.

Adapun interaksi antaranggota komunitas tetap dilakukan melalui situs. Di website itu, anggota komunitas saling bertukar informasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan lensa manual, semisal teknik penggunaannya, modifi kasi, harga, maupun tempat membeli lensa manual.

Apabila para anggota ingin bertemu, informasi bisa disampaikan melalui situs sehingga setiap orang yang membaca informasi itu bisa datang ke pertemuan yang telah dirancang.

Ajang pertemuan pun bisa dilakukan ketika anggota komunitas tengah berburu foto. Bob berujar kegiatan berburu foto yang merupakan bagian dari aktivitas fotografi masih dilakukan di dalam kota, belum mencapai luar kota.

Hal itu disebabkan kesibukan masing-masing anggota. Selain itu, hunting foto ke luar kota memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Biasanya kami iuran untuk menyewa model dan hunting foto dilakukan di dalam kota,” katanya.

Nantinya, foto-foto hasil jepretan anggota komunitas tidak hanya menjadi koleksi pribadi fotografer, tetapi juga dapat dipublikasikan melalui laman lensamanual.net.

Setiap anggota, papar Alfred, dapat mengirimkan satu foto setiap hari untuk ditampilkan di website. Bagi anggota yang menginginkan fotonya ditampilkan lebih banyak, dia harus masuk keanggotaan VIP.

Dengan begitu, anggota tersebut akan mendapatkan galeri sehingga bisa mengunggah foto lebih banyak. Namun, untuk fasilitas tersebut, anggota mesti membayar iuran 250 ribu rupiah per tahun.

Iuran tersebut biasanya digunakan untuk membiayai kegiatan komunitas, seperti pameran.

“No Nude”

Walaupun memberikan kesempatan yang cukup luas bagi anggota komunitas untuk menampilkan hasil karya mereka di situs, tetap saja pengelola komunitas tetap memberikan batasan.

“Kami tidak menampilkan foto nude,” tandas Alfred. Memang, Alfred tidak menampik, bagi sebagian kalangan, foto nude dianggap merupakan foto seni.

Namun, menurut pria yang berprofesi sebagai fotografer pernikahan itu, foto jenis tersebut belum dapat diterima oleh sebagian masyarakat. Agar foto-foto nude itu tidak telanjur tampil di laman lensamanual. com, admin harus selektif memilih foto-foto yang disumbangkan oleh para anggota komunitas.

Foto-foto yang dikirim anggota komunitas tidak sekadar dipajang di dalam website. Sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota yang mengirimkan hasil karyanya, pengelola komunitas akan menyematkan status berupa “foto bulan ini” dan “foto favorit”.

Untuk foto favorit yang terdiri dari tiga foto, biasanya dipilih dari hasil jepretan para anggota komunitas secara acak melalui mesin sehingga “juri” yang menilai foto itu akan berbeda-beda.

Bagi mereka yang tertarik untuk bergabung dengan komunitas lensa manual, bisa mencantumkan data diri pada kolom register yang tersedia di situs. Komunitas juga terbuka bagi siapa pun, laki-laki atau perempuan, dan tidak perlu menjadi fotografer profesional terlebih dahulu.

Cukup dengan menguasai dasar-dasar memotret, setiap orang dapat bergabung dengan komunitas pencinta lensa manual.

Bob menyatakan dengan bergabung dalam komunitas, para pencinta lensa manual bisa menyalurkan hobi sekaligus melepaskan ketegangan setelah berkutat dengan pekerjaan sehari-hari.
din/L-2



Koran Jakarta,
Link : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=58627

Berita :


Spoiler:
Rona | Komunitas
Makin Menantang Makin Cinta

Sabtu, 31 Juli 2010

Barang-barang tua ternyata tidak selalu kehilangan penggemar. Tidak jarang, semakin usang, suatu barang semakin diburu karena dianggap unik. Begitu pun halnya dengan lensa manual.

Meski perangkat fotografi itu sudah ketinggalan zaman, masih banyak orang yang menggemarinya. Memotret dengan menggunakan lensa manual menghadirkan tantangan tersendiri.

Pasalnya, ketika menggunakan lensa tersebut, fotografer dituntut memiliki keterampilan dalam memotret. “Memotret dengan lensa manual membutuhkan kesabaran tersendiri,” kata Alfred ML, administrator sekaligus pendiri lensamanual.net.

Kesabaran terutama dibutuhkan ketika fotografer memotret benda bergerak. Hal itu disebabkan saat menggunakan lensa manual, fotografer mesti mengukur bukaan cahaya yang masuk melalui lensa ke kamera.

Pasalnya, lensa tidak bekerja secara otomatis. Oleh karena itu, kemampuan fotografer benar-benar diuji ketika memotret menggunakan lensa manual. Tidak jarang objek sudah berjalan, tetapi fotografer belum mengambil gambar karena masih sibuk menyesuaikan fokus maupun diafragma.

“Tapi memang itu seninya memakai lensa manual,” kata Alfred sembari tertawa. Tantangan lainnya ialah hasil foto yang diambil melalui lensa manual tidak dapat diubah fokusnya.

Fokus yang dihasilkan akan tetap sama dengan dengan saat pengambilan. Dengan demikian, jika saat pengambilan gambar tidak ada ketajaman, hasil fotonya pun tidak tajam.

“Komputer tidak dapat mengubah ketajaman,” papar Robert Tang, pendiri lensamanual. com yang akrab dipanggil Bob. Tidak hanya itu, background blurnya pun tidak dapat dibuat di komputer.

Halhal yang tidak dapat direkayasa melalui komputer itulah yang menjadikan para pencinta lensa manual menggemari perangkat tersebut. Hal lain yang menarik, lensa manual dapat pula menjadi barang investasi.

Menurut Bob, semakin lama lensa manual, akan mengandung nilai investasi yang makin tinggi. Pasalnya, bagi penggemar fotografi , lensa manual tetap merupakan barang yang dicari.

Sering kali penggemar fotografi tertarik untuk mengutak-atik lensa tersebut. Alfred menambahkan penggemar lensa manual ingin mendapatkan efek gambar dari lensa.

“Lensa dengan merek yang sama namun tahun keluarannya berbeda akan menghasilkan gambar yang berbeda pula,” ujarnya. Lebih lanjut, Alfred menerangkan perbedaan gambaran tersebut dipengaruhi oleh lapisan yang digunakan dalam pembuatan lensa.

Lensa yang sama namun digunakan pada kamera yang berbeda juga bisa menghasilkan jepretan dengan hasil berbeda. Hal-hal itulah yang menjadikan lensa manual unik dan tidak pernah ditinggalkan pencintanya.
din/L-2


Koran Tempo :
Link : http://www.tempointeraktif.com/hg/it/20 ... 86,id.html
Berita :

Spoiler:
Besar Kecil Normal
Mengawinkan Kamera Jadul dan yang Canggih
SABTU, 27 MARET 2010 | 07:37 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta - Aryono Huboyo Djati tidak percaya karya fotonya terjual Rp 700 juta dalam suatu lelang. Foto itu menggambarkan janda petinggi GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menggandeng anaknya. Cahaya keemasan menyebar membentuk siluet ibu-anak sehingga tampak artistik.

"Ini dari jepretan kamera berlensa manual," katanya kepada iTempo Rabu (24/3) lalu. Semua koleksi foto Aryono, pencipta lagu Burung Camar, yang dilelang memang dari lensa manual warisan leluhurnya.

Aryono adalah satu diantara 2000-an anggota pecinta kamera berlensa manual. Komunitas ini tergabung dalam Lensa Manual.net. Adalah Robert Tang yang mendirikan kelompok penghobi ini.

Robert awalnya bergabung di komunitas fotografi online. Saking penasaran dengan penggemar lensa tua, dia melontarkan postingan di milis tersebut. "Apakah masih ada yang suka lensa tua?" tanyanya.

Gayung bersambut. Makin banyak yang menyukai hasil jepretan dari lensa manual. Untuk menampilkan hasil jepretan dari lensa manual, dia membuat blog. Bersama kawan lainnya dia membuat situs dan kelompok yang bernama komunitas Lensa Manual.

Uniknya komunitas ini bukan sekedar pecinta lensa manual jadul (zaman dulu). Mereka berusaha mendapatkan jepretan yang sensasional dari hasil 'ngoprek' kamera dan lensanya. Untuk mendapatkan hasil jepretan yang tajam dengan efek yang menakjubkan mereka mengawinkan berbagai kamera dan lensa-lensa tua.

Agar proses perkawinan mulus, mereka menambah adaptor atau menggergaji lensa agar pas. Tujannya agar lensa posisinya pas dengan body kamera digital. "Dari pada lensa tidak terpakai, jamuran, mending digergaji atau ditambah adaptor," ujar Robert.

Saling tukar menukar pengalaman mengoprek jadi menu pertemuan atau diskusi anggota komunitas. Kadang-kadang mereka sama-sama berburu kamera lawas untuk dikawinkan dengan lensa baru.

Banyak fotografer atau pecinta foto digital dengan lensa autofokus, kata Bob atau Robert, sering meremehkan hasil jepretan lensa manual. Baru ketika mereka melihat hasilnya, akhirnya keranjingan mencari sensasi dengan lensa manual. Maklum jepretan mampu menghasilkan warna yang lebih hidup, glow effect, atau swirly. "Hasilnya beda ketika dilihat di komputer. Dari situ banyak yang kena virus kami," ujarnya terkekeh.

Untuk urusan lensa, para pecinta manual berburu di berbagai kota. Bahkan Bob rela merogoh kocek untuk membeli di eBay. Rata-rata lensa para anggota komunitas keluaran tahun 1960 hingga 1980-an seperti Leica. Kualitas barangnya cukup bagus, kuat dan menghasilkan foto yang sangat menarik.

Bob memiliki 5 lensa Leica. Menurut dia, harga pasaran lensa manual kini melambung. Lensa yang dulu hanya berharga ratusan ribu sekarang sudah jutaan rupiah.

Mengapa rindu dengan lensa lawas? Bob mengatakan banyak anggota yang bernostalgia. Ada pula yang bergabung karena takjub dengan hasil jepretannya. Namun banyak juga anggota yang ikut karena keterbatasan dana membeli kamera atau lensa digital autofokus.

Aryono termasuk pendatang baru di komunitas ini. Pria kelahiran tahun 1959 ini menolak menjelaskan koleksi lensa manualnya. "Belasan saja, salah satunya warisan ayah saya," ujarnya.

Meskipun demikian, foto-fotonya istimewa. Salah satunya Imam Samudra, seminggu sebelum dieksekusi hukuman mati di penjara. Tatapan mata Imam Samudra yang menjelang magrib dengan lampu seadanya tertangkap tajam di kamera Aryono. Foto ini hanya bisa diakses jika Anda menjadi anggota komunitas lensa manual.

DIAN YULIASTUTI

Nikmati berita dan informasi Ramadan di http://ramadan.tempointeraktif.com/ dan melalui ponsel anda di http://m.tempointeraktif.com/ramadan/
Share on TwitterShare on Facebook Share Send Print
Topik :
Teknologi Informasi -- Ponsel-Gadget-PDA-PocketPC
Komentar (8)

camera analog memang ok....apalagi lensanya.

RENO ANDREYANT, 17/07/2010 22:48:08 WIB
Want To Share
saya mengenal lensa MF pd akhir 2009, sy hanya punya 1 lensa MF ROKKOR... gak terasa di maret 2010 dah ada 6 lensa MF... bukti betapa MF sangat beracun...
Hati-hati...

ZAKI, 08/04/2010 16:52:48 WIB
Selamat buat om AHD atas karya-karya nya,.....Lensa AF bikin "kamera" jadi pintar, Lensa Manual bikin "orang" lebih pintar....salut buat Lensa Manual, Salam LM

DADAN, 06/04/2010 17:47:57 WIB
alasan satu lagi kl pakai lensa manual... "kan lagi belajar, ya maklum kl lama dan suka miss, kan pake lensa manual..."
hehehe...

dari pertama pakai lensa manual, sekarang lensa AF saya nganggur... jadi males nyentuh lensa AF...

hidup LM...

HARIND, 06/04/2010 13:10:38 WIB
Untuk yg baru belajar atau baru pertama kali make lensa manual jangan mudah menyerah walaupun fotonya blur atau nggak fokus.
Ibarat belajar naik sepeda rasanya nggak afdol kalo nggak pernah jatuh, begitu pun dengan lensa manual, nggak afdol kalo nggak pernah ngerasain misfocus wakakakak...
Pokoknya..
"fokus nggak fokus hajar aja terus"

ARRAY, 06/04/2010 12:18:47 WIB
1 2


KOMPAS :
Link : http://cetak.kompas.com/read/2010/01/31 ... nsa.manual
Image


Berita:
Spoiler:
OLEH ARBAIN RAMBEY
Komunitas Lensa Manual adalah kumpulan penggemar fotografi digital, tapi memanfaatkan lensa-lensa dari zaman film yang rata-rata umurnya sudah puluhan tahun. Pertanyaan yang kemudian wajar untuk muncul adalah apakah karena tidak mampu membeli lensa baru?
Demikianlah, Komunitas Lensa Manual (KLM) secara sekilas sering diduga orang sebagai kelompok fotografi yang sedang mencari-cari bentuk. Kenyataan yang ada, saat ini harga lensa manual kadang justru jauh lebih mahal daripada lensa digital baru.
Di dalam kelompok KLM banyak orang yang sangat paham teori optik, juga tersedia orang-orang yang dengan kreatifnya bisa mengubah dudukan lensa agar bisa dipasangkan pada tipe dudukan lain dengan akurat. Selain itu, sebagian besar kamera yang ada di KLM adalah kamera digital papan atas. Pendek kata, KLM adalah kelompok orang-orang yang sangat tahu dan sadar pada apa yang mereka kerjakan.
Koleksi lama
KLM resmi berdiri awal Maret 2009, artinya belum genap setahun usianya saat ini. Namun kalau dilacak secara tidak resmi, sebenarnya kelompok ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Keinginan untuk memanfaatkan lensa koleksi lama pada kamera digital yang baru dibeli sudah ada pada orang-orang yang nantinya membangun KLM. Sebelum KLM resmi berdiri, mereka sudah saling kontak berbagi informasi dengan berbagai cara.
Pengalaman satu per satu anggota KLM mungkin bisa disamakan dengan pengalaman yang terjadi pada Ketua KLM Robert Tang. Robert, yang membeli sebuah kamera digital pada awal tahun 2008, langsung berpikir untuk menggabungkan mimpi-mimpi lamanya akan lensa-lensa Eropa yang legendaris, seperti Carl Zeiss dan Leica, dengan kamera barunya itu.
Bagi kebanyakan anggota KLM, lensa Carls Zeiss dan Leica itu adalah sebagian contoh lensa abadi. Lepas dari keterbatasan fisik yang berat dan kaku, mutu optiknya sulit untuk dikalahkan atau bahkan sulit untuk disamai lagi di zaman digital ini. Kegilaan pada lensa manual bisa dilihat pula pada diri salah satu anggota senior KLM, Aryono Huboyo Djati, yang sampai memiliki puluhan lensa Leica serta puluhan lensa Eropa lain, termasuk Leica Noctilux yang kini sulit dimiliki tanpa punya uang minimal sembilan puluhan juta rupiah.
”Sejak memiliki kamera digital pun saya tetap ingin memakai lensa-lensa lama yang berat dan khas itu. Mutu foto yang dihasilkan lensa manual sungguh luar biasa,” kata Robert.
Pasar loak
Demikianlah, Robert mulai berburu lensa manual di sejumlah tempat, juga rajin mengumpulkan satu per satu artikel-artikel tentang lensa manual. Anggota KLM umumnya berburu lensa manual sampai ke pasar loak di kota-kota kecil Indonesia. Tapi yang paling sering adalah membeli dari dunia maya di eBay.
Pada Agustus 2008, Robert mulai rajin menulis tentang lensa manual pada kamera digital di alamat http://www.lensamanual.com. Berbagai contoh penggunaan lensa manual dipaparkan di situs ini. Per 23 Januari 2010, pengunjung situs ini sudah 15.620 hits.
Yang lebih menunjukkan bahwa minat umum pada lensa manual juga tinggi bisa dilihat pada topik tentang lensa manual yang ditulis Robert pada Februari 2009 di http://www.fotografer.net. Sampai 23 Januari 2010, topik ini sudah dibaca 54.069 kali. Dari topik ini pula, akhirnya Robert berkenalan dengan orang-orang sepikiran.
”Pada Maret 2009 bersama dengan Siswono Purwanto yang tinggal di Jerman serta Alfred M dan dengan dukungan teman-teman lain, saya membangun http://lensamanual.net,” kata Robert.
Kini anggota situs ini sudah lebih dari 1.400 orang. Selain berkomunikasi di dunia maya, komunitas ini juga sering mengadakan pertemuan-pertemuan yang diisi dengan diskusi serta berburu foto bersama.

_________________
Less Gear, More Brain, Better Light
There is no truth in photography (Richard Avedon)


portfolio / clik flickr


Profile E-mail Offline WWW
 
 Post subject: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 22 Aug 2010, 04:08 
User avatar
Joined: 03 Oct 2009, 19:01
Location: Bandung
Posts: 6225
VIP

[3]

Wah mesti bikin berita baru nih biar apdet hehe
Buswey om ervan ngakunya cuman punya 20? Terus stok bandung diabisin dikemanain ya? Hahaha

http://m.lensamanual.net

_________________
Jual Diri Buat Beli Film
NO PAIN(T) NO G(R)AIN


Profile E-mail Offline WWW
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 22 Aug 2010, 04:18 
User avatar
Joined: 25 Mar 2009, 08:35
Location: DKI Jakarta
Posts: 1380
Terverifikasi
ANTARA Foto
Seni Lensa Manual
http://www.antarafoto.com/seni-budaya/v1277733901/seni-lensa-manual

Image
JAKARTA, 28/6 - SENI LENSA MANUAL. Dua orang pecinta fotografi mengamati karya foto dari Komunitas Lensa Manual yang dipamerkan di Tembi Rumah Budaya, Jakarta, Senin (28/6). Pameran fotografi bertema The Artful Souls of LensaManual ini, memamerkan 50 karya foto asli yang mana dalam proses pengambilan foto tersebut sang fotografer menggunakan lensa manual (mekanik) pada kamera digital berlangsung hingga 4 Juli 2010 mendatang. FOTO ANTARA/Bayu Lindarto/pd/10
28/6/2010 21:5

-----------
Liputan tentang Pameran LM di Gallery Tembi Jakarta

_________________
= A r r a y =
"fokus nggak fokus hajar aja terus"


Last edited by array16 on 23 Aug 2010, 13:56, edited 1 time in total.

Profile E-mail Offline WWW
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 22 Aug 2010, 14:39 
User avatar
Joined: 16 Mar 2009, 23:00
Location: underworld
Posts: 1130
VIP

[78]

Liputan dari PIC free Magazine.

Image
Spoiler:
Image

_________________
Less Gear, More Brain, Better Light
There is no truth in photography (Richard Avedon)


portfolio / clik flickr


Profile E-mail Offline WWW
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 23 Aug 2010, 08:54 
Joined: 16 Mar 2009, 14:55
Posts: 1312
VIP

[22]

magtapzzz.. sudah banyak liputan nih yee...

Tengkiu sharing nya om

_________________
1 eye. 1 photo. 1 pic.

www.lensamanual.com


Profile E-mail Offline
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 23 Aug 2010, 11:40 
User avatar
Joined: 29 Jun 2010, 18:13
Location: Ciganjur
Posts: 343
VIP
Manstaff....sudah go international nih...SEMOGA TAMBAH JAYA! :P

_________________
Flying high across the sea


Profile E-mail Offline
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 23 Aug 2010, 11:54 
User avatar
Joined: 05 Mar 2010, 11:33
Posts: 415
Terverifikasi
Membidik Objek Foto dengan Lensa Usang



Reporter/Kameramen:
Para fotografer membidik objek foto di Menara BCA, Jakarta Pusat. Mereka memadukan lensa usang dan teknologi digital dengan cara fokus manual.
(Senin, 05 April 2010, Durasi: 03:07 )

_________________
nyetir injek kopling, moto puter fokusing ring
http://www.flickr.com/photos/41597826@N04


Profile E-mail Offline
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 23 Aug 2010, 12:40 
User avatar
Joined: 03 Feb 2010, 11:21
Location: jogjakarta
Posts: 740
Terverifikasi

[31]

LM jogja majalah cekidot #19 juni 2010:
yang diwawancara om thomas dan om adi kudaterbang

Spoiler:
Image


rekan2 jogja, tak pos disini yaa...

_________________
enjoy: flickr.com/photos/tonihandoko | visit: tonihandoko.wordpress.com | follow me: twitter.com/tonihandoko | FB: tonihandoko


Profile E-mail Offline
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 24 Aug 2010, 22:21 
User avatar
Joined: 16 Mar 2009, 23:00
Location: underworld
Posts: 1130
VIP

[78]

Media online:
http://www.bataviase.co.id

Link : http://bataviase.co.id/node/146751

Spoiler:
Cahaya keemasan menyebar membentuk siluet ibu-anak sehingga tampak artistik. "Ini dari jepretan kamera berlensa
27 Mar 2010
Koran Tempo Teknologi

Cahaya keemasan menyebar membentuk siluet ibu-anak sehingga tampak artistik. "Ini dari jepretan kamera berlensa manual," katanya kepada [Tempo, Rabu lalu. Semua koleksi foto Aryono, pencipta lagu Burung Gmiar, yang dilelang memang dari lensa manual warisan leluhurnya.

Aryono adalah satu di antara 2.000-an pencinta kamera berlensa manual yang tergabung dalam Lensa Manual.net. Robert Tang adalah orang yang mendirikan kelompok pemilik hobi ini. Robert awalnya bergabung dalam komunitas fotografi online. Saking penasarannya dengan penggemar lensa tua, dia melontarkan poshng di milis tersebut. "Apakah masih ada yang suka lensa tua?" tanyanya.

Gayung bersambut. Makin banyak yang menyukai hasil jepretan dari lensa manual. Untuk menampilkan hasil jepretan dari lensa manual, dia membuat blog. Bersama kawannya, dia membuat situs web dan kelompok yang bernama komunitas Lensa Manual.

Uniknya, komunitas ini bukan sekadar pencinta lensa manual "jadul" (zaman dulu). Mereka berusaha mendapatkan jepretan yang sensasional dari hasil ngoprek kamera dan lensanya. Untuk mendapatkan hasil jepretan yang tajam dengan efek yang menakjubkan, mereka mengawinkan berbagai kamera dan lensa-lensa tua.

Agar proses perkawinan mulus, mereka menambah adaptor atau menggergaji lensa agar pas. Tujuannya agar posisi lensa pas dengan bodi kamera digital. "Daripada lensa tidak terpakai, jamuran, mending di-gergaji atau ditambah adaptor," ujar Robert.

Saling tukar pengalaman mengoprek jadi menu pertemuan atau diskusi anggota komunitas. Kadang-kadang mereka sama-sama berburu kamera lawas untuk dikawinkan dengan lensa baru. Banyak fotografer atau pencinta foto digital dengan lensa autojbcus, kata Bob atau Robert, sering meremehkan hasil jepretan lensa manual.

Baru, ketika mereka melihat hasilnya, akhirnya keranjingan mencari sensasi dengan lensa manual. Maklum, jepretan kamera lawas mampu menghasilkan warna yang lebih hidup, glmt effect atau stvirly. "Hasilnya beda ketika dilihat di komputer. Dari situ banyak yang kena virus kami," ujarnya terkekeh.

Untuk urusan lensa, para pencinta lensa manual berburu di berbagai kota. Bahkan Bob rela merogoh kocek untuk membeli di eBay. Rata-rata lensa para anggota komunitas keluaran 1960 hingga 1980-an, seperti Leica. Kualitasnya cukup bagus, kuat, dan menghasilkan foto yang sangat menarik. Bob memiliki lima lensa Leica. Menurut dia, harga pasar lensa manual kini melambung. Lensa yang dulu hanya berharga ratusan ribu sekarang sudah jutaan rupiah.

Mengapa rindu kepada lensa lawas? Bob mengatakan banyak anggota yang bernostalgia. Ada pula yang bergabung karena takjub oleh hasil jepretannya. Namun banyak juga anggota yang ikut karena keterbatasan dana membeli kamera atau lensa digital auto focus. Aryono termasuk pendatang baru di komunitas ini. Pria kelahiran 1959 ini menolak menjelaskan berapa banyak koleksi lensa manualnya. "Belasan saja, salah satunya warisan ayah saya," ujar-nya

Meski demikian, foto-fotonya istimewa. Salah satunya foto Imam Samudra seminggu sebelum dieksekusi mati di penjara. Tatapan mata Imam Samudra yang menjelang magrib dengan lampu seadanya tertangkap tajam di kamera Aryono. Foto ini hanya bisa diakses jika Anda menjadi anggota komunitas lensa manual.

Ringkasan Artikel Ini
Semua koleksi foto Aryono, pencipta lagu Burung Gmiar, yang dilelang memang dari lensa manual warisan leluhurnya.. Aryono adalah satu di antara 2.000-an pencinta kamera berlensa manual yang tergabung dalam Lensa Manual.net. Makin banyak yang menyukai hasil jepretan dari lensa manual. Bersama kawannya, dia membuat situs web dan kelompok yang bernama komunitas Lensa Manual. Banyak fotografer atau pencinta foto digital dengan lensa autojbcus, kata Bob atau Robert, sering meremehkan hasil jepretan lensa manual. Untuk urusan lensa, para pencinta lensa manual berburu di berbagai kota. Namun banyak juga anggota yang ikut karena keterbatasan dana membeli kamera atau lensa digital auto focus.

Jumlah kata di Artikel : 478
Jumlah kata di Summary : 102
Ratio : 0,213

*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.

_________________
Less Gear, More Brain, Better Light
There is no truth in photography (Richard Avedon)


portfolio / clik flickr


Profile E-mail Offline WWW
 
 Post subject: Re: Lensamanual.net dalam berita
PostPosted: 16 Oct 2010, 19:02 
User avatar
Joined: 07 May 2010, 18:46
Location: mBandung euy
Posts: 868
Kapten
Om om semua ikutan nyundhul ya :D

LM Bandung @ Kompas Online
Sinkretisme Intipan ala Lensa Manual

screensut nya :


sayang gak ada potona :D :D :D ( dan gak bisa ikutttttttttttttttt :cry: :cry: )

_________________
Learn it all, then forget it all. Learn The Way, then find your own way.
.. silent monk ..


Profile E-mail Offline
 

Display posts from previous:  Sort by  

Post new topic Reply to topic  [ 98 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4, 5 ... 10  Next


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Panel

Top You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum
Search for:
Jump to:  
 cron